FAKULTAS EKONOMI

Foto saya
surabaya, jawa timur, Indonesia
Pembangunan suatu negara tidak terlepas dari pembangunan di bidang ekonomi, sehingga untuk itu di perlukan dukungan SDM berkualitas di segala bidang khususnya di bidang ekonomi. untuk mencapai tujuan tersebut salah satunya dengan penuhan tenaga ekonomi yang handal. Potensi dan partisipasi masyarakat perlu digali dan dikembangkan dengan baiK. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya, dengan mendidik lulusan sma dengan ,masa pendidikan semester ( 3,5 s/d 4 tahun.
VISI : Menjadikan Fakultas Ekonomi UMSurabaya sebagi fakultas yang memiliki unggulan kompetitif dalam bidang Ekonomi, Baik akuntansi maupun Bidang Manajemen,di dalam pengembangan kompetensi moral dan intelektual serta penguatan daya saing dalam bidang Ekonomi, baik bidang Akuntansi maupun bidang Manajemen yang mengedepankan profesionalisme dan kemandirian untuk kebutuhan masyarakat dan kesesuaian kebutuhan Stakeholder.
MISI : Fakultas Ekonomi UMSurabaya diabdiakan untuk pengembangan pengetahuan ekonomi, baik Akuntansi dan Manajemen, memperkaya budaya ekonomis dan memajukan penelitian dibiadang Ekonomi, baik Akuntansi dan Manajemenberdasarkla peradaban islam.

Rabu, 01 Februari 2012

Aktivis RI Kritik Kaum Kapitalis di Davos

Dunia
Forum Ekonomi Dunia 2012

Buat apa tumbuh tinggi tapi ekonomi masih timpang, ujar aktivis buruh, Rekson Silaban 

Renne R.A Kawilarang
VIVAnews - Aktivis buruh Indonesia, Rekson Silaban, tampak kaget saat disapa wartawan dari Tanah Air di selasar gedung Congress Center, 26 Januari 2011. Tempat itu menjadi lokasi Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Kota Davos, Swiss, 25-29 Januari 2012. 

"Tumben ada wartawan Indonesia meliput WEF di Davos," kata Rekson, Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).  Dia merupakan satu-satunya tokoh buruh asal Indonesia yang hadir dalam Forum Ekonomi Dunia 2012
Kami lalu mencari kursi di pojok ngobrol yang ada di beberapa tempat di sini.  Bersama Rekson, ada dua tokoh buruh dunia.  Mereka tengah menunggu janji dengan seorang pakar perburuhan.  "Saya belajar banyak di forum ini terutama dari sesi-sesi yang hadirkan pembicara masyarakat sipil," ujar Rekson.

Tahun ini adalah kali kedua Rekson diundang mengikuti WEF, forum berkumpulnya pengambil keputusan ekonomi dan bisnis terbesar di dunia, yang dikelola dan didirikan oleh Klaus Schwab, pada 1971. Kali pertama adalah tahun 2008 saat WEF mulai memasukkan agenda masyarakat sipil dalam sesi pertemuan tahunannya yang selalu digelar setiap Januari di Davos. 

Selain soal ketenagakerjaan, WEF juga memberi porsi pembahasan soal setimpangan gender, lingkungan dan pengentasan kemiskinan, seni dan aspek agama.  Tema tahun ini misalnya menunjukkan kesadaran WEF perlunya mengubah pendekatan dalam melakukan pengelolaan ekonom baik di tingkat pemerintahan maupun perusahaan.  "Ada kesadaran baru bahwa cara yang selama ini dilakukan salah, karena menghasilkan ketimpangan, kemiskinan, keserakahan," ujar Rekson.

Rekson mengambil model pengelolaan ketenagakerjaan di Brasil dan Afrika Selatan sebagai contoh yang bisa menginspirasi negara lain termasuk Indonesia. Di Brasil, kata Rekson, jaminan sosial bahkan menjangkau kalangan petani. 

Di Afrika Selatan pembangunan dilakukan dengan mengedepankan aspek perlindungan lingkungan hidup dan jaminan sosial bagi tenaga kerja. Lewat forum ini juga, Rekson mengaku bisa mendebat para kapitalis, berdialog dan mengkritisi kebijakan yang selama ini diberlakukan.
Pilih Berdialog
Di luar forum WEF memang digelar demo anti WEF, yang menganggap forum ini tak peduli dengan nasib rakyat miskin. "Saya hormati mereka yang memilih menjadi watch dog WEF.  Tapi saya memilih untuk berdialog dengan kalangan kapitalis ini," ujarnya. 

Dalam sesi Global Context Growth misalnya, Rekson mendebat pendapat pembicara termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang meyakini pertumbuhan ekonomi di Asia. "Buat apa tumbuh tinggi tapi meninggalkan ketimpangan ekonomi," kata Rekson. Keberhasilan pertumbuhan ekonomi makro, menurut dia, tak bisa lagi jadi patokan keberhasilan sebuah negara.

Salah satu sesi yang membahas ketenagakerjaan di WEF adalah Masa Depan Sumber Daya Manusia sebagai modal dasar perusahaan, yang mendiskusikan antaralain soal dampak perkembangan teknologi terhadap pasar ketenagakerjaan.
*Laporan dari Davos oleh Pemimpin Redaksi ANTV, Uni Z. Lubis

• copy by VIVAnews

Ade Namnung Meninggal Dunia

PDF Print
Wednesday, 01 February 2012
Image

Komedian sekaligus presenter musik Dahsyat RCTI, Ade Namnung,meninggal dunia kemarin sekitar pukul 11.45 WIB. Kabar duka tersebut sempat menjadi perbincangan di BlackBerry Messenger (BBM).


”Telah Berpulang Ke Rahmatullah Syamsul Effendi/ADE NAMNUNG Pukul 11.45.Mohon Dimaafkan Segala Kesalahan Beliau Semasa Hidup. Namnung We Love U Sent,” tulis BBMyang diterima Okezone,Selasa (31/1). Sebelumnya,Ade Namnung dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya karena mengalami perdarahan hingga stroke.Kondisi kesehatan Ade mengalami penyembuhan yang cukup pesat.Salah satunya dia telah dapat menggunakan kursi roda dalam melakukan aktivitasnya.

Sebelum meninggal, presenter dan komedian ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur.Menurut ayah Ade, Ramon,komedian bertubuh tambun itu meninggal dunia karena serangan jantung. ”Iya benar (Ade meninggal). Karena ada serangan jantung,”ujar Ramon. Kondisi Ade sebenarnya sudah membaik sejak dirawat karena mengalami stroke di RS Mitra Surabaya.Bahkan, minggu lalu Ade sempat menggelar jumpa pers.Namun, Ade kembali dilarikan ke rumah sakit kemarin pagi sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Menurut rencana,Ade Namnung akan dimakamkan di TPU Kebon Nanas.Hingga menjelang sore,rekan-rekan Ade Namnung yang kebanyakan kalangan artis berdatangan melayat ke rumah duka.Lewat jejaring sosialnya,ucapan belasungkawa kepadanya terus bermunculan. 
wida/okezone 
Sumber By : http://www.seputar-indonesia.com

Minggu, 29 Januari 2012

Manfaat Asuransi Umum dalam Kehidupan Manusia
By Romora Edward Sitorus
….“Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika kita dapat mengasuransikan seluruh kemungkinan di masa depan”
                                                Kenneth Arrow, penerima hadiah Nobel Ekonomi
                                                        Report of Association of British Insurers
                                               
            Hidup Kita penuh dengan Resiko. Mulai dari kita membuka mata hingga kita terlelap dan terbangun lagi, kita menanggung beban resiko atas diri, keluarga dan tak ketinggalan seluruh harta benda kita. Seseorang dikatakan bijak jika ia mampu memperhitungkan resiko yang ada di depannya tersebut dan mengantisipasi mulai dari awal. Secara sederhana, prinsip inilah yang mendasari kelahiran Asuransi Umum.
            Mirip seperti Asuransi Jiwa yang menanggung jiwa/hidup kita, Asuransi Umum menanggung dan mentransfer resiko atas kehilangan harta kekayaan kita, kesehatan maupun segala hal yang tidak ditanggung oleh Asuransi Jiwa. Kesadaran berasuransi berangkat dari pengalaman manusia bahwa banyak hal yang tidak diinginkan kelak dapat mengubah arah kehidupan seseorang. Keadaan yang tampak  cemerlang seketika dapat berubah menjadi begitu suram dan sukar. Akan sangat sia-sia, misalkan, jika peristiwa yang terjadi di luar kendali kita, seperti banjir, kebakaran, huru-hara menghanguskan hasil kerja keras kita dalam sekejap mata. Tanpa pengendalian resiko yang matang, bukan mustahil kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di masa akan datang (unforseen events) memaksa kita mengumpulkan harta kita mulai dari titik nol (start from the scratch) karena kerusakan yang diakibatkannya.
            Dalam praktiknya, ruang lingkup Asuransi Umum meliputi asuransi rumah, asuransi mobil, hingga asuransi perjalanan. Berbeda dengan Asuransi jiwa yang meliputi kejadian-kejadian yang pasti terjadi cepat maupun lambat, seperti pensiun dan kematian, asuransi umum justru melindungi kita dari hal-hal yang belum pasti tapi mungkin terjadi, seperti kecelakaan, kebakaran atau pencurian. Untuk itu, tujuan utama mengambil polis asuransi adalah untuk mengkompensasi kita setelah terjadinya suatu kehilangan (loss) sehingga secara umum hidup kita akan sama baiknya (as well off as) sebelum kehilangan itu terjadi.
            Pengendalian Resiko yang Matang vs Kerugian Tak Terduga
            Untuk lebih memahami manfaat Asuransi Umum dalam mengelola resiko, kita dapat melihat contoh dari apa yang dialami suatu keluarga dalam kesehariannya. Kita ambil contoh keluarga Anton dan keluarga Louis, keduanya merupakan keluarga menengah yang tinggal di dua negara berbeda. Keluarga Anton tinggal di negara berkembang yang belum menerapkan polis asuransi sehingga kurang sadar resiko sedangkan Keluarga Louis tinggal di negara yang mewajibkan polis asuransi umum dalam banyak aspek dan sangat sadar resiko dan arti penting pengelolaannya.
Pada tahun yang sama, dari hasil tabungan dari bekerja selama 4 tahun sebesar masing-masing 800 juta rupiah, kedua keluarga ini memutuskan untuk membangun usaha sendiri dengan nilai sebesar 600 juta rupiah. Di awal berbisnis, keluarga Anton memilih untuk tidak mengambil polis asuransi umum untuk melindungi bisnisnya karena merasa sudah “aman” dan rugi membayar polis asuransi yang dianggap mahal.  Sedangkan Keluarga Louis yang sadar resiko memutuskan untuk mengambil asuransi penuh atas bisnisnya dengan menyisihkan sebesar 20 juta tiap bulannya untuk membayar polis.
Tiga tahun kemudian, Ketika keduanya sedang menikmati tahap growing dalam bisnisnya tanpa disangka terjadi korsleting (short-circuit) yang menyebabkan kebakaran di tempat usaha kedua keluarga tersebut. Semua peralatan dan bahan baku ludes dimakan si jago merah. Namun demikian, Keluarga Louis tidak terlihat seputus asa keluarga Anton setelah kejadian tersebut. Dua minggu setelah proses claim asuransi dilakukan dan pemeriksaan dari pemeriksa kerugian (loss adjuster) selesai, Keluarga Louis mendapatkan ganti rugi yang mereka perlukan untuk membangun kembali usaha mereka seperti sedia kala. Mereka dapat mempertahankan pekerja-pekerja terbaik yang direkrutnya, menjaga hubungan dengan suplier dan yang terpenting terus menjaga pangsa pasar produknya terhadap konsumen. Akan halnya, keluarga Anton, karena tidak memiliki jaminan asuransi, terpaksa harus bekerja lebih keras dan mengumpulkan uang lebih banyak di tahun-tahun mendatang agar dapat membangun kembali usaha mereka. Karena kurang sadar resiko, Usaha dan proses pembelajaran bisnis yang telah dilakukan oleh keluarga Anton selama bertahun-tahun tampak terbuang lenyap dalam jentikan jari.
            Keluarga Louis dapat melindungi bisnisnya dengan membeli beberapa jenis asuransi umum. Jika bisnisnya menggunakan kendaraan, ia dapat mengasuransikanya. Seberapa banyak perlindungan yang akan dinikmati tergantung pada perjanjian asuransi yang dilakukan. Jika bisnisnya menggunakan bangunan, keluarga Louis juga dapat menggunakan asuransi bangunan untuk menutupi biaya perbaikan atau pembangunan kembali bangunan tersebut apabila rusak akibat kejadian-kejadian yang tidak diramalkan sebelumnya. Selain itu terdapat juga asuransi terhadap isi bangunan (Home contents insurance) yang melindungi barang-barang seperti pakaian, lemari, alat-alat elektronik, karpet dan sebagainya. Asuransi ini akan mengganti biaya atas kehilangan atau kerusakan yang diderita.
Dalam melakukan perjalanan bisnis sekalipun, keluarga Louis dapat mengandalkan jasa asuransi (travel insurance) . Hal ini berguna apabila tanpa diduga perjalanan bisnis yang dilakukan ke luar negeri, misalkan, terpaksa dibatalkan karena sakit atau kondisi-kondisi lainnya. Asuransi perjalanan juga dapat menyediakan pilihan yang melindungi barang-barang kepemilikan yang kita bawa selama perjalanan bisnis maupun liburan.  Kebanyakan asuransi perjalanan telah dijual secara tradisional oleh agen perjalanan namun mereka menghendaki pembayaran dua atau tiga kali dari biaya yang diminta Pihak Asuransi untuk jasa perlindungan yang sama. Secara singkat, polis asuransi dapat digunakan sebagai bagian manajemen resiko yang vital untuk menjaga aset-aset paling berharga Keluarga Louis.
            Dalam kacamata keuangan yang benar, produk asuransi umum merupakan produk “transfer resiko”, yang sedikit berbeda dengan produk simpanan dan investasi yang merupakan ciri industri lain dalam sektor jasa keuangan. Hal ini tidak berarti bahwa produk simpanan dan investasi tidak memiliki suatu derajat resiko yang diasosiasikan dalam pembeliannya. Akan tetapi perbedaan utama antara asuransi umum dan produk simpanan dan investasi yaitu produk asuransi yang bersifat “transfer resiko” disediakan untuk memindahkan resiko dari pemegang polis kepada perusahaan asuransi.
Tidak seperti tabungan atau reksa dana, dengan membeli asuransi, seseorang dapat memindahkan resiko secara efektif kepada perusahaan asuransi. Pembeli asuransi umum tidak berharap untuk memperoleh harga beli/atau keuntungan. Raison d’etre atau alasan utama dari Asuransi umum bukanlah untuk memperoleh apresiasi modal atau komponen pendapatan seperti halnya produk investasi, melainkan sebagai alat proteksi bagi bisnis maupun individu agar dapat berinovasi dan mengembangkan usahanya dengan tingkat keamanan keuangan yang tinggi.
Namun demikian untuk mengasuransikan suatu resiko, ada beberapa karakteristik atau ciri yang harus dipenuhi. Menurut Dahlan Siamat, dalam Manajemen Lembaga Keuangan (2005), resiko-resiko tersebut harus memenuhi sifat berikut, yang sering disingkat dengan LURCH.
Setiap huruf merupakan singkatan dari suatu ciri dari resiko yang diasuransikan yaitu:
L  -   Loss; yaitu resiko yang dapat diasuransikan harus berkaitan dengan kemungkinan terjadinya kerugian (loss). Contoh sifat insurable risk akibat terjadinya kerugian yang tidak dapat diperkirakan, yaitu: a) mengansuransikan kerugian dari kebakaran, b) mengasuransikan tanaman/panen dari serangan hama/bencana alam.
U  -   Unexpected; tidak dapat diperkirakan kepastian resiko tersebut benar-benar terjadi, seperti habis atau rusak karena dipakai
R   -     Reasonable;  resiko yang dapat dipertanggungkan adalah benda yang memiliki nilai, baik dari pihak penanggung maupun pihak yang tertanggung. Misalnya: tidak wajar mengasuransikan pulpen yang nilainya hanya Rp 800. Benda tersebut tentu tidak bernilai untuk diasuransikan karena pengurusan, biaya polis, kemungkinan seringnya hilang akan mengakibatkan pembayaran klaim dan biaya polis lebih malah dari nilai barang yang dipertanggungkan tersebut.
C  -   Catastrophic; Supaya resiko dapat digolongkan sebagai insurable, resiko tersebut haruslah menimbulkan suatu kemungkinan rugi yang besar atau sangat besar. Contohnya: menerima penanggungan rumah di kawasan berpantai yang sering terjadi gelombang pasang dan badai topan
H  -   Homogeneous; berarti sama atau serupa dalam bentuk atau sifat. Hal ini juga berkaitan dengan prinsip the law of large numbers. Seandainya kita ingin mengetahui besarnya kemungkinan kerugian suatu benda, kita harus memiliki jenis pertanggungan yang serupa sebagai bahan perbandingan untuk memperkirakan kerugian yang mungkin terjadi tersebut.
            Sebagai alat manajemen resiko, asuransi umum memiliki jangka waktu proteksi yang disesuaikan (customized) sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan kebijakan perusahaan penyedia asuransi. Secara umum, polis asuransi bersifat tahunan (annual), yaitu berlaku untuk satu tahun. Beberapa polis diberikan untuk periode yang lebih panjang, seperti asuransi kebakaran untuk tempat tinggal, dan sebagian lagi untuk periode yang lebih pendek, seperti asuransi untuk transportasi barang-barang dan untuk perawatan medis gawat darurat selama perjalanan luar negeri. Hal ini menguntungkan sebab pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan proteksinya dengan produk yang tersedia di pasar jasa asuransi.