FAKULTAS EKONOMI

Foto saya
surabaya, jawa timur, Indonesia
Pembangunan suatu negara tidak terlepas dari pembangunan di bidang ekonomi, sehingga untuk itu di perlukan dukungan SDM berkualitas di segala bidang khususnya di bidang ekonomi. untuk mencapai tujuan tersebut salah satunya dengan penuhan tenaga ekonomi yang handal. Potensi dan partisipasi masyarakat perlu digali dan dikembangkan dengan baiK. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya, dengan mendidik lulusan sma dengan ,masa pendidikan semester ( 3,5 s/d 4 tahun.
VISI : Menjadikan Fakultas Ekonomi UMSurabaya sebagi fakultas yang memiliki unggulan kompetitif dalam bidang Ekonomi, Baik akuntansi maupun Bidang Manajemen,di dalam pengembangan kompetensi moral dan intelektual serta penguatan daya saing dalam bidang Ekonomi, baik bidang Akuntansi maupun bidang Manajemen yang mengedepankan profesionalisme dan kemandirian untuk kebutuhan masyarakat dan kesesuaian kebutuhan Stakeholder.
MISI : Fakultas Ekonomi UMSurabaya diabdiakan untuk pengembangan pengetahuan ekonomi, baik Akuntansi dan Manajemen, memperkaya budaya ekonomis dan memajukan penelitian dibiadang Ekonomi, baik Akuntansi dan Manajemenberdasarkla peradaban islam.

Rabu, 25 April 2012

Workshop Fakultas Ekonomi UMSurabaya “ Penyusunan VISI MISI dan Renstra Borang Akreditasi Fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surabaya”.


Tretes, Pasuruan Jawatimur- dalam rangka melaksanakan program peningkatan Akreditasi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya, mengadakan workshop Penyusunan VISI MISI dan Renstra Borang Akreditasi Fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pada hari jum’at-sabtu pada tanggal 30 – 31 Maret 2012, di hotel Royal Tretes View, Pasuruan jawa timur.
Acara ini di hadiri oleh seluruh perwakilan Fakultas Universitas Muhammadiyah Surabaya. Yang di buka langsung oleh Rektor UMSurabaya, Bapak Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si. dan Dekan FE UMSurabaya, Ibu DR. Fatmah, MM.
Hari pertama workshop di isi oleh Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si. dimana penyampaian materi  Renstra Universitas Muhammadiyah Surabaya 2012 – 2016. Di lanjutkan oleh pemateri Bapak Prof. Dr. Eduardus Tandelilin dimana beliau menyampaikan materi instrumen Borang Sarjana, Panduan  penyusunan Evaluasi diri, Konsep dasar dan kebijakan BAN-PT mengenai akreditasi Dll.

Rabu, 14 Maret 2012

Hatta: Persiapan Pengendalian BBM Bersubsidi "On Track"

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa (kiri) bersama Menteri Perhubungan EE Mangindaan (tengah), dan Menteri Sharif C Sutarjo saat rapat koordinasi pengendalian bahan bakar minyak bersubsidi di Jakarta, Rabu (14/3/2012). 

JAKARTA, KOMPAS.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, mengatakan, pemerintah telah membentuk tim pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Tujuannya untuk mensosialisasikan segala kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM. "Rapat ini adalah rapat tim pengendalian BBM bersubsidi. Kita ada tim sosialisasi. Tim ini bekerja dengan baik. Dan tadi masing-masing tim melaporkan," ujar Hatta, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
Hatta mengatakan, ada enam tim yang telah dibentuk pemerintah. Hari ini, lanjut Hatta, tim tersebut melaporkan perkembangan bagaimana program pemerintah yakni pengendalian BBM bersubsidi sampai ke masyarakat dengan benar.
Menurut Hatta, tim tersebut harus menyampaikan ke masyarakat mengenai alasan kenapa harga BBM dinaikkan dan kenapa pemerintah harus menyesuaikan APBN dengan mengusulkan APBN Perubahan 2012.
Tim tersebut juga harus memberitahukan bahwa pemerintah akan memberikan perlindungan bagi masyarakat yang terkena dampak. "Apa saja program-program yang kita berikan untuk perlindungan. Itu semua tim sosialisasi (yang beri tahu) ini agar masyarakat mengerti apa yang dilakukan oleh pemerintah," kata Hatta.
"Tadi semua (peserta rapat) mendengarkan kesiapan-kesiapan itu. Dan semua (persiapan pengendalian BBM bersubsidi) on-track," tambah Hatta.
Untuk diketahui saja, bersandar pada APBN 2012, pemerintah berusaha untuk mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi. Apalagi tahun lalu, konsumsi BBM bersubsidi melewati kuota yang dipatok dalam APBN. Cara pengendalian konsumsi BBM bersubsidi salah satunya dengan konversi dari BBM ke bahan bakar gas. Penyesuaian harga BBM bersubsidi pun menjadi opsi kebijakan yang sedang diperjuangkan karena kian tingginya harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP).

Sabtu, 18 Februari 2012

Din Syamsuddin Terima Anugerah dari Kerajaan Pulau Pinang Malaysia

 
 Pulau Pinang-Ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin Sabtu siang (18/02/2012) telah menerima Anugerah Tokoh Islam 1433H dari Kerajaan Pulau Pinang, Malaysia. Anugerah itu tersebut diberikan sebagai pengakuan dan penghargaan atas perjuangannya dalam menampilkan islam yang berkemajuan melalui organisasi Muhammadiyah.
 Anugerah yang juga diberikan atas jasa Din Syamsuddin dalam membangun dialog antar agama maupun peradaban tersebut ditandatangani oleh ketua Pengarah Ihwal Islam Negara Pulau Pinang, Dato H. Abdul Malik bin Qassim yang diberikan di depan majelis oleh Dato Seri Anwar Ibrahim sebagai tokoh di Negara Malaysia. Dalam sambutannya, Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa dakwah pencerahan Muhammadiyah telah membawa resonansi pada kemajuan Islam, dan Din Syamsuddin dikenal sebagai tokoh muslim internasional yang pikiran-pikirannya mencerahkan, disamping sikap yang konsisten dan konsekuen pada prinsip Islam, tetapi bersahabat dengan umat agama lain.
 Din Syamsuddin dalam sambutan singkatnya mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas anugerah tersebut. Menurut Din, rasa bahagianya lebih banyak karena anugerah tersebut terkait dengan perannya di Muhammadiyah. Sebelum menerima penghargaan tersebut, Din Syamsuddin berpidato sebagai keynote Speaker pada Konferensi Harmony and True Moderation.
Sumber: www.muhammadiyah.or.id

Sabtu, 11 Februari 2012

BI: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 6,3-6,7 Persen


Jakarta ( Berita ) :  Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh sekitar 6,3 persen hingga 6,7 persen pada 2012. “Saat ini inflasi 3,9 persen, maka diperkirakan perekonomian berkisar antara 6,3 persen sampai dengan 6,7 persen,” kata Perry usai acara seminar dan peluncuran buku bertajuk “Indonesia: Sustaining Growth During Global Volatility” di Gedung BI, Jakarta, Jumat (10/2).  Perry menambahkan kondisi ekonomi Indonesia juga masih terbilang kondusif.
“Hal ini terbukti dengan adanya cadangan devisa sebesar USD112 miliar. Kita tidak perlu bantuan dana. Jumlah ini jauh lebih cukup,” kata Perry.  Terkait investasi, lanjut Perry, pada 2012 akan menunjukkan peningkatan, khususnya pada sektor telekomunikasi dan transportasi.  ”Kami akan terus mendorong investasi dalam dua sektor tersebut, serta meningkatkan kapasitas produksi,” kata Perry.
Dengan inflasi yang masih terkendali, cadangan devisa yang cukup serta investasi yang tengah meningkat, Perry berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 bisa lebih tinggi. (ant )

Sumber by : http://beritasore.com/2012/02/10/bi-ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-63-67-persen/

Senin, 06 Februari 2012

18 Kontainer Laptop untuk Guru se-Kukar

18 Kontainer Laptop untuk Guru se-Kukar
| Glori K. Wadrianto |

Selasa, 20 Desember 2011 | 10:26 WIB

TRIBUN KALTIMTENGGARONG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Kartanegara (Kukar) menyerahkan 13.098 unit laptop kepada guru se-Kukar, Selasa (20/12/2011). Penyerahan secara simbolis digelar di Pendopo Bupati Kukar.

Laptop didatangkan langsung dari Jakarta menggunakan kapal. Kasi Pembangunan Disdik Kukar, Jaka Rahayu mengatakan, belasan ribu laptop ini didatangkan secara bertahap.

Selanjutnya, laptop ini diangkut menggunakan 18 kontainer. Penyerahan laptop juga dibarengkan dengan peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-66, ujarnya.

Pemberian laptop kepada para guru ini dimaksudkan untuk menunjang peningkatan kualitas guru di Kukar. Laptop yang didatangkan dari Jakarta ini berjumlah 13.200 unit. Jumlah laptop sengaja dilebihkan untuk cadangan apabila terdapat laptop yang rusak atau cacat, tuturnya.

Dalam proses lelang kemarin, laptop merek HP ini sempat diujicoba dengan cara dibanting, diinjak dan disiram........................

Sumber: Kompas.Com
Berita Lengkap: http://edukasi.kompas.com/read/2011/12/20/10261864/18.Kontainer.Laptop.untuk.Guru.se-Kukar

Rabu, 01 Februari 2012

Aktivis RI Kritik Kaum Kapitalis di Davos

Dunia
Forum Ekonomi Dunia 2012

Buat apa tumbuh tinggi tapi ekonomi masih timpang, ujar aktivis buruh, Rekson Silaban 

Renne R.A Kawilarang
VIVAnews - Aktivis buruh Indonesia, Rekson Silaban, tampak kaget saat disapa wartawan dari Tanah Air di selasar gedung Congress Center, 26 Januari 2011. Tempat itu menjadi lokasi Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Kota Davos, Swiss, 25-29 Januari 2012. 

"Tumben ada wartawan Indonesia meliput WEF di Davos," kata Rekson, Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).  Dia merupakan satu-satunya tokoh buruh asal Indonesia yang hadir dalam Forum Ekonomi Dunia 2012
Kami lalu mencari kursi di pojok ngobrol yang ada di beberapa tempat di sini.  Bersama Rekson, ada dua tokoh buruh dunia.  Mereka tengah menunggu janji dengan seorang pakar perburuhan.  "Saya belajar banyak di forum ini terutama dari sesi-sesi yang hadirkan pembicara masyarakat sipil," ujar Rekson.

Tahun ini adalah kali kedua Rekson diundang mengikuti WEF, forum berkumpulnya pengambil keputusan ekonomi dan bisnis terbesar di dunia, yang dikelola dan didirikan oleh Klaus Schwab, pada 1971. Kali pertama adalah tahun 2008 saat WEF mulai memasukkan agenda masyarakat sipil dalam sesi pertemuan tahunannya yang selalu digelar setiap Januari di Davos. 

Selain soal ketenagakerjaan, WEF juga memberi porsi pembahasan soal setimpangan gender, lingkungan dan pengentasan kemiskinan, seni dan aspek agama.  Tema tahun ini misalnya menunjukkan kesadaran WEF perlunya mengubah pendekatan dalam melakukan pengelolaan ekonom baik di tingkat pemerintahan maupun perusahaan.  "Ada kesadaran baru bahwa cara yang selama ini dilakukan salah, karena menghasilkan ketimpangan, kemiskinan, keserakahan," ujar Rekson.

Rekson mengambil model pengelolaan ketenagakerjaan di Brasil dan Afrika Selatan sebagai contoh yang bisa menginspirasi negara lain termasuk Indonesia. Di Brasil, kata Rekson, jaminan sosial bahkan menjangkau kalangan petani. 

Di Afrika Selatan pembangunan dilakukan dengan mengedepankan aspek perlindungan lingkungan hidup dan jaminan sosial bagi tenaga kerja. Lewat forum ini juga, Rekson mengaku bisa mendebat para kapitalis, berdialog dan mengkritisi kebijakan yang selama ini diberlakukan.
Pilih Berdialog
Di luar forum WEF memang digelar demo anti WEF, yang menganggap forum ini tak peduli dengan nasib rakyat miskin. "Saya hormati mereka yang memilih menjadi watch dog WEF.  Tapi saya memilih untuk berdialog dengan kalangan kapitalis ini," ujarnya. 

Dalam sesi Global Context Growth misalnya, Rekson mendebat pendapat pembicara termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang meyakini pertumbuhan ekonomi di Asia. "Buat apa tumbuh tinggi tapi meninggalkan ketimpangan ekonomi," kata Rekson. Keberhasilan pertumbuhan ekonomi makro, menurut dia, tak bisa lagi jadi patokan keberhasilan sebuah negara.

Salah satu sesi yang membahas ketenagakerjaan di WEF adalah Masa Depan Sumber Daya Manusia sebagai modal dasar perusahaan, yang mendiskusikan antaralain soal dampak perkembangan teknologi terhadap pasar ketenagakerjaan.
*Laporan dari Davos oleh Pemimpin Redaksi ANTV, Uni Z. Lubis

• copy by VIVAnews

Ade Namnung Meninggal Dunia

PDF Print
Wednesday, 01 February 2012
Image

Komedian sekaligus presenter musik Dahsyat RCTI, Ade Namnung,meninggal dunia kemarin sekitar pukul 11.45 WIB. Kabar duka tersebut sempat menjadi perbincangan di BlackBerry Messenger (BBM).


”Telah Berpulang Ke Rahmatullah Syamsul Effendi/ADE NAMNUNG Pukul 11.45.Mohon Dimaafkan Segala Kesalahan Beliau Semasa Hidup. Namnung We Love U Sent,” tulis BBMyang diterima Okezone,Selasa (31/1). Sebelumnya,Ade Namnung dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya karena mengalami perdarahan hingga stroke.Kondisi kesehatan Ade mengalami penyembuhan yang cukup pesat.Salah satunya dia telah dapat menggunakan kursi roda dalam melakukan aktivitasnya.

Sebelum meninggal, presenter dan komedian ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur.Menurut ayah Ade, Ramon,komedian bertubuh tambun itu meninggal dunia karena serangan jantung. ”Iya benar (Ade meninggal). Karena ada serangan jantung,”ujar Ramon. Kondisi Ade sebenarnya sudah membaik sejak dirawat karena mengalami stroke di RS Mitra Surabaya.Bahkan, minggu lalu Ade sempat menggelar jumpa pers.Namun, Ade kembali dilarikan ke rumah sakit kemarin pagi sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Menurut rencana,Ade Namnung akan dimakamkan di TPU Kebon Nanas.Hingga menjelang sore,rekan-rekan Ade Namnung yang kebanyakan kalangan artis berdatangan melayat ke rumah duka.Lewat jejaring sosialnya,ucapan belasungkawa kepadanya terus bermunculan. 
wida/okezone 
Sumber By : http://www.seputar-indonesia.com

Minggu, 29 Januari 2012

Manfaat Asuransi Umum dalam Kehidupan Manusia
By Romora Edward Sitorus
….“Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika kita dapat mengasuransikan seluruh kemungkinan di masa depan”
                                                Kenneth Arrow, penerima hadiah Nobel Ekonomi
                                                        Report of Association of British Insurers
                                               
            Hidup Kita penuh dengan Resiko. Mulai dari kita membuka mata hingga kita terlelap dan terbangun lagi, kita menanggung beban resiko atas diri, keluarga dan tak ketinggalan seluruh harta benda kita. Seseorang dikatakan bijak jika ia mampu memperhitungkan resiko yang ada di depannya tersebut dan mengantisipasi mulai dari awal. Secara sederhana, prinsip inilah yang mendasari kelahiran Asuransi Umum.
            Mirip seperti Asuransi Jiwa yang menanggung jiwa/hidup kita, Asuransi Umum menanggung dan mentransfer resiko atas kehilangan harta kekayaan kita, kesehatan maupun segala hal yang tidak ditanggung oleh Asuransi Jiwa. Kesadaran berasuransi berangkat dari pengalaman manusia bahwa banyak hal yang tidak diinginkan kelak dapat mengubah arah kehidupan seseorang. Keadaan yang tampak  cemerlang seketika dapat berubah menjadi begitu suram dan sukar. Akan sangat sia-sia, misalkan, jika peristiwa yang terjadi di luar kendali kita, seperti banjir, kebakaran, huru-hara menghanguskan hasil kerja keras kita dalam sekejap mata. Tanpa pengendalian resiko yang matang, bukan mustahil kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di masa akan datang (unforseen events) memaksa kita mengumpulkan harta kita mulai dari titik nol (start from the scratch) karena kerusakan yang diakibatkannya.
            Dalam praktiknya, ruang lingkup Asuransi Umum meliputi asuransi rumah, asuransi mobil, hingga asuransi perjalanan. Berbeda dengan Asuransi jiwa yang meliputi kejadian-kejadian yang pasti terjadi cepat maupun lambat, seperti pensiun dan kematian, asuransi umum justru melindungi kita dari hal-hal yang belum pasti tapi mungkin terjadi, seperti kecelakaan, kebakaran atau pencurian. Untuk itu, tujuan utama mengambil polis asuransi adalah untuk mengkompensasi kita setelah terjadinya suatu kehilangan (loss) sehingga secara umum hidup kita akan sama baiknya (as well off as) sebelum kehilangan itu terjadi.
            Pengendalian Resiko yang Matang vs Kerugian Tak Terduga
            Untuk lebih memahami manfaat Asuransi Umum dalam mengelola resiko, kita dapat melihat contoh dari apa yang dialami suatu keluarga dalam kesehariannya. Kita ambil contoh keluarga Anton dan keluarga Louis, keduanya merupakan keluarga menengah yang tinggal di dua negara berbeda. Keluarga Anton tinggal di negara berkembang yang belum menerapkan polis asuransi sehingga kurang sadar resiko sedangkan Keluarga Louis tinggal di negara yang mewajibkan polis asuransi umum dalam banyak aspek dan sangat sadar resiko dan arti penting pengelolaannya.
Pada tahun yang sama, dari hasil tabungan dari bekerja selama 4 tahun sebesar masing-masing 800 juta rupiah, kedua keluarga ini memutuskan untuk membangun usaha sendiri dengan nilai sebesar 600 juta rupiah. Di awal berbisnis, keluarga Anton memilih untuk tidak mengambil polis asuransi umum untuk melindungi bisnisnya karena merasa sudah “aman” dan rugi membayar polis asuransi yang dianggap mahal.  Sedangkan Keluarga Louis yang sadar resiko memutuskan untuk mengambil asuransi penuh atas bisnisnya dengan menyisihkan sebesar 20 juta tiap bulannya untuk membayar polis.
Tiga tahun kemudian, Ketika keduanya sedang menikmati tahap growing dalam bisnisnya tanpa disangka terjadi korsleting (short-circuit) yang menyebabkan kebakaran di tempat usaha kedua keluarga tersebut. Semua peralatan dan bahan baku ludes dimakan si jago merah. Namun demikian, Keluarga Louis tidak terlihat seputus asa keluarga Anton setelah kejadian tersebut. Dua minggu setelah proses claim asuransi dilakukan dan pemeriksaan dari pemeriksa kerugian (loss adjuster) selesai, Keluarga Louis mendapatkan ganti rugi yang mereka perlukan untuk membangun kembali usaha mereka seperti sedia kala. Mereka dapat mempertahankan pekerja-pekerja terbaik yang direkrutnya, menjaga hubungan dengan suplier dan yang terpenting terus menjaga pangsa pasar produknya terhadap konsumen. Akan halnya, keluarga Anton, karena tidak memiliki jaminan asuransi, terpaksa harus bekerja lebih keras dan mengumpulkan uang lebih banyak di tahun-tahun mendatang agar dapat membangun kembali usaha mereka. Karena kurang sadar resiko, Usaha dan proses pembelajaran bisnis yang telah dilakukan oleh keluarga Anton selama bertahun-tahun tampak terbuang lenyap dalam jentikan jari.
            Keluarga Louis dapat melindungi bisnisnya dengan membeli beberapa jenis asuransi umum. Jika bisnisnya menggunakan kendaraan, ia dapat mengasuransikanya. Seberapa banyak perlindungan yang akan dinikmati tergantung pada perjanjian asuransi yang dilakukan. Jika bisnisnya menggunakan bangunan, keluarga Louis juga dapat menggunakan asuransi bangunan untuk menutupi biaya perbaikan atau pembangunan kembali bangunan tersebut apabila rusak akibat kejadian-kejadian yang tidak diramalkan sebelumnya. Selain itu terdapat juga asuransi terhadap isi bangunan (Home contents insurance) yang melindungi barang-barang seperti pakaian, lemari, alat-alat elektronik, karpet dan sebagainya. Asuransi ini akan mengganti biaya atas kehilangan atau kerusakan yang diderita.
Dalam melakukan perjalanan bisnis sekalipun, keluarga Louis dapat mengandalkan jasa asuransi (travel insurance) . Hal ini berguna apabila tanpa diduga perjalanan bisnis yang dilakukan ke luar negeri, misalkan, terpaksa dibatalkan karena sakit atau kondisi-kondisi lainnya. Asuransi perjalanan juga dapat menyediakan pilihan yang melindungi barang-barang kepemilikan yang kita bawa selama perjalanan bisnis maupun liburan.  Kebanyakan asuransi perjalanan telah dijual secara tradisional oleh agen perjalanan namun mereka menghendaki pembayaran dua atau tiga kali dari biaya yang diminta Pihak Asuransi untuk jasa perlindungan yang sama. Secara singkat, polis asuransi dapat digunakan sebagai bagian manajemen resiko yang vital untuk menjaga aset-aset paling berharga Keluarga Louis.
            Dalam kacamata keuangan yang benar, produk asuransi umum merupakan produk “transfer resiko”, yang sedikit berbeda dengan produk simpanan dan investasi yang merupakan ciri industri lain dalam sektor jasa keuangan. Hal ini tidak berarti bahwa produk simpanan dan investasi tidak memiliki suatu derajat resiko yang diasosiasikan dalam pembeliannya. Akan tetapi perbedaan utama antara asuransi umum dan produk simpanan dan investasi yaitu produk asuransi yang bersifat “transfer resiko” disediakan untuk memindahkan resiko dari pemegang polis kepada perusahaan asuransi.
Tidak seperti tabungan atau reksa dana, dengan membeli asuransi, seseorang dapat memindahkan resiko secara efektif kepada perusahaan asuransi. Pembeli asuransi umum tidak berharap untuk memperoleh harga beli/atau keuntungan. Raison d’etre atau alasan utama dari Asuransi umum bukanlah untuk memperoleh apresiasi modal atau komponen pendapatan seperti halnya produk investasi, melainkan sebagai alat proteksi bagi bisnis maupun individu agar dapat berinovasi dan mengembangkan usahanya dengan tingkat keamanan keuangan yang tinggi.
Namun demikian untuk mengasuransikan suatu resiko, ada beberapa karakteristik atau ciri yang harus dipenuhi. Menurut Dahlan Siamat, dalam Manajemen Lembaga Keuangan (2005), resiko-resiko tersebut harus memenuhi sifat berikut, yang sering disingkat dengan LURCH.
Setiap huruf merupakan singkatan dari suatu ciri dari resiko yang diasuransikan yaitu:
L  -   Loss; yaitu resiko yang dapat diasuransikan harus berkaitan dengan kemungkinan terjadinya kerugian (loss). Contoh sifat insurable risk akibat terjadinya kerugian yang tidak dapat diperkirakan, yaitu: a) mengansuransikan kerugian dari kebakaran, b) mengasuransikan tanaman/panen dari serangan hama/bencana alam.
U  -   Unexpected; tidak dapat diperkirakan kepastian resiko tersebut benar-benar terjadi, seperti habis atau rusak karena dipakai
R   -     Reasonable;  resiko yang dapat dipertanggungkan adalah benda yang memiliki nilai, baik dari pihak penanggung maupun pihak yang tertanggung. Misalnya: tidak wajar mengasuransikan pulpen yang nilainya hanya Rp 800. Benda tersebut tentu tidak bernilai untuk diasuransikan karena pengurusan, biaya polis, kemungkinan seringnya hilang akan mengakibatkan pembayaran klaim dan biaya polis lebih malah dari nilai barang yang dipertanggungkan tersebut.
C  -   Catastrophic; Supaya resiko dapat digolongkan sebagai insurable, resiko tersebut haruslah menimbulkan suatu kemungkinan rugi yang besar atau sangat besar. Contohnya: menerima penanggungan rumah di kawasan berpantai yang sering terjadi gelombang pasang dan badai topan
H  -   Homogeneous; berarti sama atau serupa dalam bentuk atau sifat. Hal ini juga berkaitan dengan prinsip the law of large numbers. Seandainya kita ingin mengetahui besarnya kemungkinan kerugian suatu benda, kita harus memiliki jenis pertanggungan yang serupa sebagai bahan perbandingan untuk memperkirakan kerugian yang mungkin terjadi tersebut.
            Sebagai alat manajemen resiko, asuransi umum memiliki jangka waktu proteksi yang disesuaikan (customized) sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan kebijakan perusahaan penyedia asuransi. Secara umum, polis asuransi bersifat tahunan (annual), yaitu berlaku untuk satu tahun. Beberapa polis diberikan untuk periode yang lebih panjang, seperti asuransi kebakaran untuk tempat tinggal, dan sebagian lagi untuk periode yang lebih pendek, seperti asuransi untuk transportasi barang-barang dan untuk perawatan medis gawat darurat selama perjalanan luar negeri. Hal ini menguntungkan sebab pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan proteksinya dengan produk yang tersedia di pasar jasa asuransi.

Sabtu, 28 Januari 2012

Alasan Di Balik Bergesernya Perbankan Dunia Ke Syariah

Bank Syariah dianggap mampu mengatasi kehancuran ekonomi global.(Berita SuaraMedia) 

LONDON (Berita SuaraMedia) – Peraturannya sederhana saja, tidak ada transaksi yang berkaitan dengan alkohol, pornografi, atau apapun yang merusak moral digabungkan dengan peniadaan bunga, maka itulah landasan dari sistem keuangan Islam, yang mampu tetap bertahan ditengah kian runtuhnya keadaan perekonomian dunia, sebaliknya, bank-bank Islam memiliki peluang untuk terus berkembang.
Krisis keuangan dunia memberikan peluang bagi bank-bank syariah yang berpusat di sejumlah negara-negara teluk.
Tidak seperti bank-bank Barat, bank Islam hanya sedikit terpengaruh oleh gelombang krisis keuangan dan para ahli meyakini bahwa hal tersebut karena hukum perbankan syariah memang benar-benar didasarkan pada kitab suci umat Islam, Al-Quran, yang merupakan firman Allah.
Bank syariah juga tidak mengenal pinjaman antar bank karena dana yang mereka kelola adalah dana deposit mereka sendiri, bank syariah juga tidak mau berurusan dengan obligasi hutang yang berisiko. Lebih lanjut lagi, hukum Islam melarang adanya bunga dan menganjurkan sistem bagi hasil, yang berarti bahwa segala macam investasi, baik hasilnya untung atau rugi, akan dibagi rata antara pihak bank dan kliennya.
Fakta bahwa bank-bank Islam hanya mengalami efek minimum dari krisis global membuat bank Islam lebih menarik dimata para investor, khususnya yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Teluk (GCC), yang terus mengawasi nilai investasi mereka ditengah tersungkurnya bank-bank umum, menurut sebuah laporan baru, yang diberi nama perkembangan keuangan Islam di GC, dari London School bidang Ekonomi dan pengetahuan politik (LSE).
"Ada banyak pertanyaan yang timbul mengenai nilai-nilai dalam sistem keuangan konvesional, dan sebagai alternatif, bank-bank syariah akan lebih dilirik, khususnya karena alasan berdirinya bank Islam adalah karena perlunya moralitas dalam transaksi keuangan, berdasarkan tuntunan agama," kata penulis laporan tersebut, profesor Rodney Wilson, yang menulis laporan untuk program pengembangan, pemerintahan dan globalisasi di negara-negara teluk.
Tuntutan dari umat Muslim dunia yang berjumlah 1,3 miliar orang untuk cara investasi yang sesuai dengan keyakinan mereka berarti bahwa aset-aset yang sesuai dengan hukum Islam berkisar antara $700 juta hingga $1 triliun, dengan sejumlah perkiraan yang menyebutkan bahwa aset-aset tersebut tumbuh hingga mencapai $1,6 triliun pada akhir 2012.
Nilai dari aset-aset yang sesuai dengan tuntunan syariah di GCC, yang anggotanya termasuk Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, diperkirakan berjumlah lebih dari $262 miliar.
"Meningkatnya minat dunia internasional terhadap sistem keuangan Islam telah dicatat di GCC, dan hal ini akan mendorong penerimaan terhadap pemerintah setempat dan klien bank, karena bank Islam berhasil melalui krisis dan tidak ada yang memerlukan bantuan dana talangan dari pemerintah," kata Wilson.
Wilson mengatakan bahwa GCC ada dijantung dunia Muslim membuat kawasan terdsebut menjadi pusat strategis yang dapat menghubungkan sistem perbankan Islam dengan Eropa, Asia dan Afrika dan berpendapat bahwa penyebaran cabang bank Islam GCC merupakan indikasi bahwa hal tersebut tengah terjadi.
Lebih lanjut lagi, pemulihan ekonomi global kemungkinan akan menguntungkan GCC karena harga minyak dan gas kembali naik, sehingga dana segar akan masuk kepada perbankan syariah untuk melakukan ekspansi yang lebih luas lagi.
Selain menjadi pendukung perbankan Islam hingga sekarang, Arab Saudi bisa saja menjadi pemimpin global dalam industri keuangan islam di seluruh dunia jika Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) dan otoritas pasar modal bergerak lebih proaktif dalam mempromosikan industri syariah.
Namun demikian, perbedaan-perbedaan regulasi dan harmonisasi antara satu pemikiran dengan pemikiran lainnya, hanyalah segelintir penghalang utama dari sistem perbankan Islam untuk tumbuh berkembang melintasi batas negara, utamanya negara-negara Eropa yang memiliki komunitas umat Muslim dalam jumlah besar.
Disaat industri tersebut melebarkan sayap ke negara-negara non-Muslim atau negara sekuler, kebutuhan untuk memberikan pengetahuan mengenai sektor perbankan syariah menjadi kian meningkat.
Ketika sudah ada pertanda bahwa penghalang budaya tidak akan menjadi masalah, minggu ini sebuah program pelatihan yang berbasis di London diluncurkan oleh walikota London, Ian Luder, untuk memungkinkan cabang bank eropa untuk lebih menyesuaikan diri terhadap persyarakat sistem keuangan Islam.
"Meski tengah diterpa gelombang krisis keuangan, sistem keuangan Islam terus tumbuh pesat sebagai sistem perbankan alternatif bagi kaum Muslim dan juga non-Muslim. (Sistem syariah) akan menjadi komponen penting bagi infrastruktur keuangan global yang baru," kata Luder.
Program tersebut, yang akan dijalankan oleh pusat perbankan Islam Inggris, dijalankan untuk memberikan pelatihan dan penelitian untuk organisasi pemerintahan dan swasta seperti perusahaan asuransi, bank, bisnis non-keuangan, dan instiutsi-institusi akademik.
"Sektor keuangan Islam berkembang dalam tingkatan yang terus meningkat, dikarenakan kuatnya prinsip-prinsip keuangan dan nilai-nilai etis, yang melarang bunga dan menganjurkan sistem berbagi risiko dan berbagi hasil antara kedua pihak," kata Akmal Hanuk, direktur pelaksana IBFC-UK.
Nilai dari aset-aset syariah di GC melebihi $262,6 miliar jika nilai aset Arab Saudi, Kuwait, UEA, Bahrain dan Qatar digabungkan. Dengan total aset syariah di seluruh dunia mencapai sekitar $640 miliar pada akhir tahun 2007, hal ini menandakan bahwa negara-negara GCC menyumbangkan 41% dari nilai keseluruhan tersebut. (dn/aby/meo) Dikutip oleh www.suaramedia.com